JANGAN MARAH BRO!

Bismillahirrahmanirrahim

Diantara yang menjadi dampak dari apa yang terjadi akhir-akhir ini adalah hilangnya control emosi seseorang. Kuatnya sebuah argumen akan hidup membuat hati kita menjadi gelap. Ditambah lagi dengan tabir dunia maya yang membuat kita tidak bisa melihat siapa yang berkata. Orang-orang beramai-ramai mengembangkan ilmu dan mengeluarkan pendapat tanpa aturan dan ilmu yang cukup. Beberapa dengan bangga menjadi pasukan yang bersembunyi di balik keyboard. Entah untuk kebenaran atau hanya eksistensi. Atau mungkin sekedar iseng mengeluarkan isi kebun binatang di kolom komentar.

Continue reading “JANGAN MARAH BRO!”

PRONCERITY

Ukir dan kemudian akan bertahan sedikit lebih lama.

Ilmu letaknya di hati. Tapi tulisan dibuat untuk mengikatnya. Maka menulis menjadi sebuah media yang baik untuk menyimpan pengalaman dan pelajaran yang pernah didapat. Tulisan akan membuat penulisnya kembali dalam waktu-waktu dulu, sekedar untuk melakukan review atau melunakan hati agar tidak menjadi batu. Tulisan akan membuatnya mudah untuk kembali ke janji yang telah lalu.

Ukir dan kemudian akan bertahan sedikit lebih lama.

Jika pagi beriman, siang lupa lagi, sore beriman, malam amnesia, selayaknya kembali atas sesuatu yang berusaha ditanamnya sebelum semua hancur berantakan. Menghenyakan badan di tempat duduk dan menenggelamkan pikiran di rangkaian tulisan hingan mengantuk. Sisanya biar rangkaian ini yang membawa ke hari yang dini, dimana mungkin saat lalu, ada janji-janji untuk memperbaiki diri.

Ukir dan kemudian akan bertahan sedikit lebih lama.

Bertahan sedikit lebih lama bukanlah abadi. Namun selain Al-Quran dan sunnah, seharusnya tulisan ini bisa memperingati. Ada pelajaran yang harus dipahami, ada ingatan-ingatan yang harus diulas kembali. Agar iman makin kuat untuk kemudian taat. Agar selalu mengingat pada Dia Yang Maha Kuat. Sisanya berjalanlah lagi, shalat dan sabar, berproses dan berusaha ikhlas. Itulah Proncerity. The Process and The Sincerity.