Ada Apa Sama Emosimu?

Beberapa saat yang lalu saya dan seorang teman berbincang di teras depan kos menceritakan pengalaman di departemen tempat dia bekerja. Setelah pembicaraan yang cukup, teman saya sampai pada suatu kesimpulan bahwa beberapa orang lebih nyaman untuk marah dan menyalahkan orang lain hingga habis sedangkan beberapa orang lainya lebih nyaman mencari solusi atas kesalahan yang ada tanpa menjatuhkan. Tentunya setiap orang berbeda-beda tentang mana yang cenderung mereka lakukan.

Setiap orang memiliki sumbu, switch, dan trigernya masing-masing. Namun saya pribadi merasa sebagai umat muslim kita seharusnya memperpanjang sumbu sebagai target dan gaya hidup. Walaupun saya pada dasarnya orang yang bersumbu pendek dan emosional serta mudah sekali marah. Dan keadaan seperti itu sama sekali tidak membawa ketenangan.

Pertama-tama, tanamkan saja konsep ini, “Akan lebih mudah menguasai diri sendiri karena diri ini diri kita sendiri dan dalam kendali kita daripada menguasai orang lain”

Lalu kenapa kita harus memperpanjang sumbu? Mari kita telaah manfaatnya.

Continue reading “Ada Apa Sama Emosimu?”

Advertisements

#MumpungWaras

*Saya menyebut saya sebagai pihak pertana dan pihak ketiga*

Sudah berapa kali kita menulis hal serupa yang pada akhirnya membusuk tenggelam di tulisan tidak berfaedah lainnya. Sudah cukup berapa kali kamu goyah dan membuang nilai-nilai yang berniat kamu tanamkan sebelumnya. Apa yang kamu lakukan berdampak. Walaupun bukan ke orang lain mungkin tapi melibatkan 3 pihak, kamu, aku yang sekarang, dan kita di masa depan.

Continue reading “#MumpungWaras”

JANGAN MARAH BRO!

Bismillahirrahmanirrahim

Diantara yang menjadi dampak dari apa yang terjadi akhir-akhir ini adalah hilangnya control emosi seseorang. Kuatnya sebuah argumen akan hidup membuat hati kita menjadi gelap. Ditambah lagi dengan tabir dunia maya yang membuat kita tidak bisa melihat siapa yang berkata. Orang-orang beramai-ramai mengembangkan ilmu dan mengeluarkan pendapat tanpa aturan dan ilmu yang cukup. Beberapa dengan bangga menjadi pasukan yang bersembunyi di balik keyboard. Entah untuk kebenaran atau hanya eksistensi. Atau mungkin sekedar iseng mengeluarkan isi kebun binatang di kolom komentar.

Continue reading “JANGAN MARAH BRO!”